Ads (728x90)

MODUL 5

LINUX SUSE10.0

TAHAPAN INSTALASI

1. Masukkan DVD SuSE 10.2 dan setting komputer agar melakukan boot melalui CD

Tampilan Linux Booting

2. SuSE akan menampilkan halaman awal instalasi. Pilih Installation. Pada proses ini sebenarnya kita bisa memilih sumber instalasi, tapi karena kita install dasar dan kita menggunakan CD, kita tinggal next. Kalau install dari sumber lain, tekan F4 pada bagian ini.

Menu Pilihan Installasi

3. Proses pertama adalah melakukan loading kernel

Loading Kernel

4. Proses load kernel secara lengkap bisa dilihat dengan menekan tombol Esc.

Load Kernel mode teks

5. Berikutnya adalah memilih bahasa

Pemilihan Bahasa

6. Setelah memilih bahasa, SuSE menampilkan pilihan Perjanjian Lisensi. Baca baik-baik, pilih I Agree... dan klik Next

Halaman License

7. Tahap berikutnya adalah mode instalasi. Jika harddisk yang kita gunakan pernah diinstalasikan SuSE atau Linux lain, kita bisa memilih opsi lain. Karena ini adalah instalasi pertama, pilih saja default New Installation. Klik Next.

Mode Pemilihan Installasi

8. Setelah mode instalasi, wizard berikutnya menanyakan Clock & Time Zone. Pilih Time Zone Asia Jakarta [sesuaikan dengan daerah waktu anda. Saya berada di wilayah Indonesia bagian barat / WIB sehingga memilih Jakarta]. Untuk waktu, bisa memilih UTC (Coordinated Universal Time, GMT) atau Local Time. Saya memilih local time karena saya memang hanya bekerja di di Jakarta, tidak / belum memerlukan informasi waktu secara internasional. Klik Next.

Waktu dan Time Zone

9. Langkah selanjutnya, memilih desktop environment. Bisa memilih Gnome bias juga memilih KDE [Kool Desktop Environment]. Jika menggunakan SuSE dikhususkan untuk server, saya menyarankan menggunakan pilihan Other dan memilih Text Mode, namun bagi anda yang baru kali ini melakukan instalasi Linux, saya lebih menyarankan menggunakan KDE atau Gnome. Text Mode sangat ringan, namun seperti namanya, tidak menggunakan grafik. Bagi administrator atau IT yang biasa bergelut dengan sistem Windows baik server maupun klien, gunakan saja desktop KDE atau Gnome. Kebutuhan pilihan Text Mode akan datang dengan sendirinya jika anda sudah merasakan kehebatan tools administrasi Linux berbasis Text.

Banyak orang sampai terus menerus membandingkan antara KDE dan Gnome mau pilih yang mana. Buat saya pribadi, pilihan tersebut hanya sekedar pilihan. Keduanya sama baiknya. Sama powerfulnya. Silakan pilih yang disuka. Tutorial saya menggunakan Gnome, meski untuk beberapa aplikasi saya menggunakan tools native KDE.

Pemilihan mode Desktop

10. Setelah memilih desktop environment, SuSE akan menampilkan pilihan setting instalasi. Ada 2 tab pada posisi ini, yaitu Overview, berisi pilihan utama dan Expert untuk setting yang lebih lengkap. Kedua pilihan pada dasarnya sama, hanya saja Overview menampilkan setting utama dan menyembunyikan setting yang kelihatannya terlalu rumit. Minimal buat pemula, yang perlu disetting ya hanya 2 jenis, yaitu pilihan partisi dan pilihan software. Pilihan partisi ini sangat penting, mengingat banyak pemula dalam mengenal Linux pertama kali sering merasa bingung pada istilah partisi yang sedikit berbeda dengan partisi model Windows.

Proses instalasi desktop sebenarnya hanya cukup memiliki 2 partisi, yaitu partisi utama alias / (slash) atau root directory dan partisi swap. Partisi utama atau root directory bisa diumpamakan (meski tidak 100% analog) sebagai drive C [System] pada Windows.

Partisi utama bisa terdiri dari berbagai folder. Jangan dibingungkan dengan istilah folder root. / memang disebut root directory. Namun user root (user root = user Administrator pada Windows) juga memiliki folder dengan nama /root. Jika saya menulis /root, itu berarti folder milik user yang bernama root, sedangkan kalau saya menyebut root directory, itu merujuk pada /.

Folder milik user (home directory) biasanya berada pada directory /home. Ini bisa diumpamakan sebagai Document & Setting. Khusus user bernama root, home directory-nya bernama /root. Alasan mengapa user khusus ini memiliki folder yang berbeda adalah karena root harus memiliki hak penuh terhadap seluruh folder. Penjelasan lebih lengkap mengenai hal ini akan coba saya turunkan pada artikel lain atau bisa juga langsung di search di Google.

Anggap ini baru pertama kali melakukan setting, jadi kliklah Link Partitioning

Setting Installasi

11. Saat link Partitioning di klik, SuSE akan menampilkan model partisi yang direkomendasikan. Ada 4 pilihan yang tersedia, yaitu :

· Accept Proposal

Berarti anda menyetujui model partisi otomatis yang dilakukan oleh SuSE. Jika anda memiliki harddisk kosong, pilihan ini bisa dipilih. Biasanya SuSE menyediakan partisi besar untuk /home [sebagai tempat penyimpanan data], partisi yang cukup besar untuk / dan partisi kecil untuk swap.

· Base Partition Setup on this Proposal

Pilihan ini berarti kita mendasarkan setup melalui pilihan yang disediakan oleh SuSE. Kalau pilihan pertama kita langsung menyetujuinya tanpa syarat, pilihan ini memberikan kita kesempatan untuk mereview dan merubah pilihan yang disediakan oleh SuSE.

· Create Custom Partition Setup

Pilihan ini yang akan kita pilih karena memberikan kebebasan menentukan partisi.

· Create LVM Based Proposal

Pilihan partisi kita akan menggunakan model LVM (Logical Volume Manager). LVM akan saya bahas selengkapnya dilain waktu.

Pemilihan Partisi Hardisk

12. Pilih Create Custom Partition Setup dan klik Next

Pada pilihan ini kita dapat memilih partisi apa saja yang kita buat dan berapa besarnya.

Pengecekan Harddisk step 1

13. Pada gambar berikut, pilih Create

Menu Pembuatan Partisi cara manual

14. Pilih Primary Partition

Tipe Partisi

15. Pertama kali yang kita buat adalah partisi untuk /.

Pada gambar berikut, pilih :

v Mountpoint : /

v Filesystem : Ext3 (default)

v Start Cylinder : 0 (default)

v End : +XXGB

Untuk End, Jika kita ingin memberikan 40 GB pada partisi root, ketikkan +40G atau +40GB.

Setelah selesai, klik OK dan ulangi untuk partisi lain. Khusus untuk partisi swap, kita tidak perlu melakukan setting mount point karena akan secara otomatis dibuatkan saat kita mengganti FileSystem = Swap.

Jika melakukan setting untuk server dan memiliki kapasitas disk dalam jumlah besar atau disk lebih dari 1, kita dapat memisahkan partisi home dengan partisi / dan partisi lainnya. Untuk sementara kita gunakan 3 partisi standar, yaitu /, home dan swap.

Berbagai literatur menyarankan agar partisi untuk / kecil saja namun berdasarkan pengalaman pribadi, kita bisa sengsara kalau memberikan partisi / dengan kapasitas yang terlalu kecil. Partisi non root dapat dengan mudah kita perbesar dan perkecil namun partisi root jauh lebih sulit. Jika saya memiliki harddisk 40 GB, saya akan berikan partisi root sebanyak 30 GB, partisi swap sebanyak 1.5 X RAM dan sisanya untuk Home. Formasi ini berlainan jika saya menggunakan partisi khusus untuk /opt atau /var atau partisi lainnya, namun yang jelas 70 hingga 80% kapasitas akan saya berikan untuk folder /.

Jika menginginkan partisi dalam bentuk lain, silakan sesuaikan dengan apa yang diinginkan.

Primary Partition

Type Format Hardisk

16. Setelah selesai melakukan setting partisi, klik Accept. Kita akan kembali ke menu awal.

Setting Installasi

17. Kita bisa memilih aplikasi apa saja yang akan diinstall dengan melakukan klik pada bagian Software namun biasanya masing-masing aplikasi memiliki dependensi. Kita bisa mengurangi software yang tidak perlu setelah kita install, kecuali kita bisa memastikan secara pasti apakah kita memang benarbenar tidak menginginkan suatu software. Klik Accept untuk memulai proses instalasi. Oh ya, Jika kita penasaran pada pilihan lainnya, kita boleh kok klik tab Expert

Apa bedanya tab expert dengan tab overview ? Bedanya hanya pada tampilan pilihan saja . silakan lihat screenshot berikut :

Setting Installation Expert

18. Sebelum memulai proses instalasi, OpenSUSE akan menanyakan persetujuan kita pada lisensi non opensource. Ini biasanya dilakukan jika kita mengikutsertakan file-file propietary seperti Adobe Acrobat Reader atau Flash Player. Klik saja I Agree.

Licensi open Soerce

19. OpenSUSE akan meminta konfirmasi instalasi. Klik Install

Confirm Installasi

20. Hal pertama yang dilakukan oleh OpenSUSE adalah instalasi partisi. Proses tersebut mungkin akan memakan waktu yang cukup lama, jadi kita boleh istirahat sebentar.

Pengecekan Hardisk

21. Kemudian melakukan format harddisk

Format Hardisk

22. Berikutnya mulai melakukan instalasi aplikasi. Kita bisa memilih tab Details jika ingin tahu aplikasi apa saja yang sedang menjalani proses instalasi.

Installasi Paket

23. Menjelang selesai instalasi dasar, OpenSUSE akan menyelesaikan proses, melakukan restart dan meneruskan proses instalasi. Pada posisi ini, biarkan OpenSUSE melakukan booting secara otomatis. Jangan khawatir, proses instalasi akan dilanjutkan secara otomatis.

Finishing Basic Installation

24. Setelah selesai melakukan instalasi, tahap selanjutnya adalah memberikan password untuk root. Root adalah user yang akan bertindak sebagai administrator sistem.

Insert Passwor Root

25. Tahap berikutnya adalah memberikan nama (host name) untuk computer yang diinstalasi. Masukkan hostname dan domain name. Saya menonaktifkan pilihan “Change Hostname via DHCP” karena saya ingin nama computer bersifat statik.

Hastname dan Domain Name

26. Tahap berikutnya adalah setting hardware. Disini kita bisa memilih beberapa pilihan sebagai berikut :

Configurasi IP Address

· Network Mode, apakah kita akan mengaktifkan Network Manager atau mau secara manual ? Jika kita memiliki lebih dari satu network card, gunakan pilihan manual. Network Manager memudahkan kita dalam melakukan pengecekan koneksi jaringan.

· Firewall, diaktifkan atau tidak. Default = aktif. Pilihan saya adalahdisable. Jika ingin menjadikan komputer kita sebagai server, aktifkan pilihan ini, namun jangan lupa untuk selalu melakukan setting tambahan yang memperbolehkan akses melewati firewall jika akan melakukan setup sistem.

· Ipv6, default diaktifkan. Biarkan pilihan ini

· Network Interface, kita bisa melakukan setting IP, netmask dan gateway serta DNS disini. Lihat contoh berikut (saya menggunakan contoh IP : 192.168.0.100) :

Hasil Konfigurasi Network

Pengisian IP Address

Hasil IP Address

Configurasi Network

* DSL, ISDN dan Modem, sesuaikan dengan kondisi. Ini bisa dilakukan nanti melalui YAST.

* VNC bisa diaktifkan jika kita menginginkan akses remote terhadap computer yang sedang diinstall.

* Setup Proxy, jika sudah ada Proxy Server. Lihat contoh setting sebagai berikut :

Configurasi Proxy

Kalau semua sudah disetting, pilih Next. OpenSUSE akan melakukan penyimpanan setting.

Configurasi Di Simpan

Konfigurasi Jaringan Disimpan

27. Tahap berikutnya, OpenSUSE akan mengetes koneksi internet dan melakukan download update. Hal ini bisa dilakukan nanti. Pilih No, Skip this test, kemudian Next.

Test koneksi Internet

28. OpenSUSE akan mendaftarkan repositori agar kita bisa melakukan update langsung melalui internet. Ini bisa dilakukan nanti, kita bisa mencatat alamatnya. Kalau mau dilakukan sekarang juga tidak masalah. Silakan pilih yang paling tepat Untuk mempercepat, saya menghilangkan pilihan repositori dan kemudian memilih No pada pilihan Register the sources now ?

Repositori Update

29. OpenSUSE akan meminta metode authentikasi. Karena saya menggunakan untuk lokal, saya memilih local (/etc/password). Jika nanti menginginkan model authentikasi lain, kita bisa mengubahnya.

Autetifikasi User

User Area

Verifikasi User Group

30. Akhirnya, tahapan instalasi selesai sudah. OpenSUSE menampilkan halaman release notes yang berisi informasi tentang OpenSUSE dan beberapa informasi penting jika melakukan instalasi ini. Apakah sudah selesai, eit tunggu dulu. Klik Next dan kita akan melakukan deteksi hardware.

Open Suse Release

31. OpenSUSE akan melakukan deteksi graphic card (VGA), Printer, Sound Card dan beberapa hardware penting. Sepanjang pengalaman saya, OpenSUSE mendeteksi hardware dengan sempurna. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah resolusi layar yang ada pada deteksi Graphic Cards. Pastikan ini sesuai dengan resolusi yang diinginkan. Kita bisa memilih Test the Configuration untuk mengetesnya. Ingat, jika kita hanya menyediakan resolusi 800X600, pilihan pada desktop nantinya hanya setinggi itu. Jika kita menginginkan resolusi layar 1024X768, ubah resolusinya sekarang dan lakukan test konfigurasi. Kita bisa mengubahnya nanti menggunakan SAX2 tapi jauh lebih sulit.

Konfigurasi Hardware

32. Sekarang OpenSUSE benar-benar selesai melakukan instalasi. Lihat screenshot berikut ini :

Installatin Complete

33. Klik Finish. OpenSUSE akan melakukan proses start untuk pertama kali (biasanya tidak perlu reboot).

Restart System

34. Berikut adalah contoh tampilan OpenSUSE di desktop saya (menggunakan KDE).

Posting Komentar

tolong komentarnya