Rabu, 2008 Mei 07
debian etc
Instalasi debian etch sudah tersedia dalam mode GUI dan mode text yang tidak dijumpai pada proses instalasi debian versi sebelumnya. Berikut proses instalasi debian etch dalam mode GUI.
Hot key F2 untuk menampilkan persyaratan sebelum instalasi debian seperti kapasitas RAM 32 megabytes, serta kapasitas hardisk 256 megabytes untuk instalasi minimal base system debian etch.
Hot key F3 merupakan jendela informasi untuk menampilkan seluruh metode instalasi debian etch seperti `install`, `installgui`, `expert`, `expertgui`. Opsi `install` dan `expert` untuk instalasi dengan metode text sedangkan `installgui` dan `expertgui` untuk metode grafik.
Hot key F4 untuk menampilkan jendela informasi `rescue mode`. `Rescue mode` digunakan untuk booting ke sistem debian etch hanya untuk kasus-kasus tertentu saja seperti boot loader hilang atau tertimpa, sistem crash dan lain lain. Terdapat dua opsi untuk rescue mode yakni `rescue` dan `rescuegui`. `Rescue` untuk mode text dan `rescuegui` untuk mode grafik. Penambahan parameter untuk `rescue mode` dapat dilakukan seperti parameter acpi=off, root=/dev/hdx.
Hot key F5 untuk menampilkan jendela informasi `special boot parameters – overview`.
Hot key F6 merupakan jendela informasi lebih lanjut untuk `special boot parameters – various hardware`.
Hot Key F7 merupakan jendela informasi untuk `special boot parameters – various disk drives`.
Hot key F8 merupakan jendela informasi untuk `special boot parameters – installation system`.
Hot key F9 untuk menampilkan jendela informasi `getting help`.
Hot key F10 untuk menampilkan jendela informasi `copyrights and warranties`.
Untuk instalasi debian etch dengan mode grafik dapat menggunakan opsi `installgui` pada prompt `boot:installgui`.
Pilih `Bahasa Indonesia` untuk pemilihan bahasa yang akan digunakan untuk proses instalasi debian etch. Klik Continue untuk melangkah ke proses berikutnya.
Pilih `Indonesia` untuk opsi choose a country, territory or area.
Pilih `American English` untuk opsi select a keyboard layout.

Tahap berikutnya adalah `load installer components from CD-ROM` yang juga dilakukan oleh sistem secara otomatis.
Jika sistem tidak terkoneksi dalam jaringan DHCP maka konfigurasi network akan gagal sehingga harus dilakukan secara manual. Gambar 18 berikut menunjukkan bahwa proses konfigurasi jaringan secara otomatis gagal dilakukan oleh sistem.
Kemudian lakukan konfigurasi jaringan secara manual dengan memilih opsi `configure network manually`.
Masukkan IP address yang akan digunakan oleh host debian etch pada jendela dialog berikut. Penulis menggunakan IP address 10.182.0.68.
Penulis menggunakan netmask 255.255.255.224 pada jendela dialog netmask seperti gambar 21 berikut.
Gambar 21 Netmask
Kemudian di jendela dialog gateway, isi dengan alamat gateway yang digunakan. Penulis menggunakan 10.182.0.66.
Gambar 22 Gateway
Kosongkan opsi `Name server addresses` seperti gambar 2.23 berikut kemudian klik continue untuk melangkah ke proses selanjutnya.
Gambar 23 Name server addresses
Tahap berikutnya adalah pengisian hostname yang akan digunakan pada sistem debian etch. Penulis menggunakan `debian` sebagai hostname seperti gambar 24 berikut.
Gambar 24 Hostname
Untuk `domain name`, penulis menggunakan `debianIndonesia.org` seperti gambar 25 berikut.
Gambar 25 Domain name
Tahap berikutnya adalah proses partisi yang akan digunakan untuk instalasi debian etch. Pilih opsi `Manual` untuk melakukan partisi hardisk secara manual.
Gambar 26 Partition disks
Kemudian sorot hardisk yang akan di partisi atau memilih partisi yang telah disiapkan untuk linux. Jenis partisi yang dibutuhkan oleh debian etch adalah partisi swap dan partisi ext/reiserfs. Sorot opsi `Pri/log 2,1 GB FREE Space` kemudian klik Continue untuk melangkah ke proses berikutnya.
Gambar 27 Select Hardisk
Selanjutnya sistem akan meminta anda memasukkan ukuran partisi yang akan digunakan sebagai partisi `swap`. Penulis menggunakan 512 MB sebagai partisi swap.
Gambar 28 New size for swap partition
Pada opsi berikut, penulis menggunakan tipe `primary` untuk partisi swap karena hardisk penulis belum terisi dengan partisi lain. Kemudian klik continue untuk melangkah ke proses berikutnya.
Gambar 29 Type for the new partition
Pada partition settings, klik ganda `use as` sampai seluruh opsi partisi muncul kemudian pilih jenis `swap area`.
Gambar 30 Partition settings
Klik ganda opsi `done setting up the partition` kemudian klik Continue untuk melangkah ke proses berikutnya seperti gambar 31 berikut.
Gambar 31 Done setting up the partition
Tahap berikutnya adalah pembuatan partisi ext3. Klik ganda opsi `pri/log 1.6 GB FREE SPACE`
Gambar 32 New partition for ext3
Pilih opsi `Create a new partition` untuk pembuatan partisi ext3 journaling kemudian klik continue.
Gambar 33 Create new partition for ext3 journaling file system
Untuk penggunaan partisi ext3 journaling file system, penulis menggunakan ukuran partisi 1.6 GB seperti gambar 34 berikut.
Gambar 34 New partition size for ext3 journaling file system
Pada opsi berikut, penulis menggunakan tipe `primary` untuk partisi ext3 journaling sama halnya dengan partisi swap yang telah dijelaskan sebelumnya.
Gambar 35 Type for new partition ext3 journaling file system
Klik ganda pada opsi `use as: Ext3 journaling file system` untuk pembuatan partisi ext3 journaling file system. Untuk opsi `bootable flag` diset `yes`. Kemudian klik continue untuk melangkah ke proses berikutnya.
Gambar 36 Partition setting for ext3 journaling
Klik ganda opsi `finish partitioning and writes changes to disk` untuk proses pembuatan partisi swap dan ext3 journaling file system.
Gambar 37 Finish partitioning and write changes to disk
Pada jendela dialog berikutnya, pilih opsi `Yes` kemudian klik continue untuk mengakhiri proses pembuatan partisi linux.
Gambar 38 Write the changes to disks
Tahap berikutnya adalah konfigurasi zona waktu seperti yang tampak pada gambar 2.39 berikut.
Gambar 39 Configure time zone
Pada jendela dialog berikutnya, isi dengan password user root yang akan digunakan pada sistem debian. Klik continue untuk melangkah ke proses berikutnya.
Gambar 40 Set users and password
Kemudian isi dengan nama lengkap dari user yang akan digunakan pada sistem debian etch. Klik continue untuk melanjutkan proses instalasi ke tahap berikutnya.
Gambar 41 Full name for the new user
Jendela dialog berikutnya adalah nama user yang akan login ke sistem debian etch. Klik continue untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Gambar 42 Username for your account
Isi dengan password dari user yang anda gunakan pada jendela dialog sebelumnya.
Gambar 43 Password for new user
Berikut merupakan proses instalasi base system dari debian etch.
Gambar 44 Proses instalasi base system debian etch
Untuk `use a network mirror`, pilih opsi `No` kemudian klik continue untuk melanjutkan proses instalasi.
Gambar 45 Configure the package manager
Jendela dialog berikutnya adalah `configuring popularity-contest`. Pilih opsi `No` kemudian klik continue untuk melangkah ke proses berikutnya.
Gambar 46 Configuring popularity-contest
Berikut paket-paket software debian etch yang akan diinstal pada komputer penulis. Anda dapat memilih paket software tertentu sesuai dengan kebutuhan.
Gambar 47 Software selection
Jendela dialog berikut digunakan untuk workgroup/domain name yang akan ditampilkan di seluruh komputer klien oleh server samba. Penulis menggunakan `iardlab`, kemudian klik continue untuk melangkah ke proses berikutnya.
Gambar 48 Samba server
Tahap berikutnya merupakan opsi jika host atau komputer yang digunakan terkoneksi ke DHCP server. DHCP server akan menyediakan informasi tentang WINS server (NetBIOS name servers). Penulis menggunakan opsi `no` karena komputer yang digunakan diset secara manual dan tidak terkoneksi ke DHCP server.
Gambar 49 WINS settings from dhcp
Berikut proses instalasi paket software pada sistem debian etch yang penulis gunakan.
Gambar 50 Select and install software
Kemudian pilih resolusi screen yang didukung oleh komputer anda. Penulis menggunakan 1024x768.
Gambar 51 Configuring xserver-xorg
Proses berikutnya adalah instalasi boot loader, penulis menggunakan lilo boot loader karena selera dan kebiasaan.
Gambar 52 Install the LILO boat loader
Pilih target instalasi dari lilo boot loader sebagai `Master Boot Record`.
Gambar 53 Lilo Installation target
Jendela dialog berikutnya merupakan informasi bahwa instalasi debian etch telah selesai. Klik continue untuk mengakhiri proses instalasi secara keseluruhan.
Gambar 54 Finish the installation
Berikut tampilan login prompt sistem debian etch yang telah terinstal dengan sempurna ke komputer yang penulis gunakan.
Gambar 55 Login prompt debian
Diambil Dari :
Debian GNU/Linux 2nd Edition
catatan
nstall DAG’s GPG key dengan perintah :
rpm –import http://dag.wieers.com/rpm/packages/RPM-GPG-KEY.dag.txt Lakukan verifikasi paket dengan perintah :
rpm -K rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.*.rpm Install paket yang didownload dengan perintah :
rpm -i rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.*.rpm Lakukan pengetesan dengan perintah :
yum check-update dengan perintah diatas, maka data repository dari RPMforge akan dimasukan ke dalam system.
Anda bisa langsung coba install salah satu paket, misalnya dansguardian dengan perintah :
yum install dansguardian
Linux SUSE
Mount Manual
Mounting samba bisa dilakukan secara manual menggunakan konsole. Meski terbilang primitif :-D, cara ini kadang diperlukan untuk memastikan apakah ada suatu kesalahan pada baris perintah yang kita lakukan.
RAID
RAID itu singkatan dari Redundant Array of Inexpensive Disks. Intinya, adalah penggunaan multiple hardisk untuk mencapai performance tertentu. Ada beberapa level RAID. Detailnya bisa dilihat di sini.
ADD REMOVE PROGRAM
etelah dikenalkan atau baru saja meng-install Linux, biasanya newbie akan bertanya kalimat yang menjadi topik tulisan ini, Add Remove Program-nya mana? Sebuah pertanyaan klasik hasil dari sebuah kebiasaan yang mengekang kebebasan berpikir dan berkarya (kebiasaan yang menutup budaya keterbukaan) (?).
Untungnya (sangat wajar sebenarnya) Linux sudah disertai dengan program aplikasi yang menyediakan fasilitas untuk memanajemen software-nya, termasuk di dalamnya program interface untuk install, uninstall, dan updating software secara berkala dan otomatis. YUM biasa digunakan oleh distro RedHat (termasuk Fedora Core), APT-GET untuk distro Debian GNU/Linux dan turunannya (Knoppix, Kuliax, dsb.), Slackware menggunakan Slacktool, SuSE Linux (termasuk openSUSE) sangat terkenal dengan tool YaST-nya, dan distro-distro lain menggunakan software management-nya masing-masing.
Proses “add remove program” dengan menggunakan YaST Software Management menjadi pembahasan pada tulisan kali ini, saya memilih tool (dan karena saya concern menggunakan distro openSUSE) ini karena saya berpendapat bahwa YaST-nya SUSE Linux benar-benar tool yang tidak hanya relible tapi juga membawa paradigma baru–tidak terlalu berbeda dengan tool Add Remove/Control Panel-nya Windows–yang mudah dipahami dan digunakan newbie; user yang baru saja bermigrasi dari Windows ke Linux. Alhasil, newbie tersebut bisa terbantu dan tidak terlalu kaget ketika harus belajar sesuatu yang baru.
Memang tidak semua habitual dan usability di Windows bisa disediakan di Linux, tapi at least, user jadi terbantu dan tidak terlalu kaget dengan banyak hal baru di linux. dan akhirnya kita bisa mengganti padanan fungsi Windows Control Panel di SuSE Linux dengan YaST.
lvm
Sebenarnya Apa sih LVM itu ? LVM adalah singkatan dari [b]Logical Volume Manager[/b]. Dengan LVM ini pengaturan space dan partisi dalam harddisk menjadi lebih dari sekedar pengertian tradisional device dan partisi yang biasa kita ketahui selama ini.
Secara tradisional, kita mengenal harddisk dari device namenya yaitu /dev/hda, /dev/hdb, dstnya utk harddisk IDE dan /dev/sda, /dev/sdb dstnya untuk SCSI, dan partisi2nya seperti /dev/hda1, /dev/hda2, /dev/sda1, /dev/sda2 dstnya.
Trus mungkin dibenah Anda akan bertanya apa ada yang salah dengan pengaturan partisi seperti yang selama ini saya lakukan ? Tidak ada yang salah tentang bagaimana bentuk dan stuktur partisi apa yang telah Anda alokasikan untuk Linux Anda.
Tentu beberapa waktu yang lalu ketika kita baru pertama kali belajar mengistall Linux, kita pasti bertanya-tanya bagaimana schema partisi yang sebaiknya kita pakai di Linux ? Jawaban yang paling sering diungkapkan adalah sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Benar !!!
Mengapa begitu ?
Sebab kalau kita sampai salah mempartisi, dan kemudian ternyata partisi tersebut habis spacenya, maka akan cukup sulit dan memakan waktu untuk membetulkannya.
Namun, tidak demikian jika kita menggunakan LVM. Dengan LVM, harddisk dibagi-bagi menjadi beberapa level Volume, yaitu Physical Volume, Volume Group, dan Logical Volume.
edit “nano & VI”
kalo di mesin servernya sudah terdapat nano sebagai editor, apabila belum bisa menggunakan commands vi
#vi /etc/hostname.xl0
inet 222.124.159.210 255.255.255.248 NONE
setelah memasukan IPnya kedalam masing-masing hostname, sekarang kita forward di /etc/sysctl.conf
# sysctl net.inet.ip.forwarding=1
net.inet.ip.forwarding: 0 -> 1 setelah di forward, kita tinggal menseting /etc/pf.conf nya #nano -w /etc/pf.conf # $OpenBSD: pf.conf,v 1.31 2006/01/30 12:20:31 camield Exp $ # # See pf.conf(5) and /usr/share/pf for syntax and examples. # Remember to set net.inet.ip.forwarding=1 and/or net.inet6.ip6.forwarding=1 # in /etc/sysctl.conf if packets are to be forwarded between interfaces. ext_if=”xl0″ # NIC OUT int_if=”xl1″ # NIC IN ip_public=”222.124.159.210″ #table persist #table persist #set skip on lo #scrub in
edit “pico”
pico -w filename Edit suatu text file, dengan menonaktif-
kan fungsi word wrap, sangat berguna untuk meng-
edit file seperti /etc/fstab.
instal paket
Install Paket
Untuk menginstall sebuah paket, anda dapat menggunakan rpm dengan menambahkan option -i dan nama paket yang akan anda install. Contoh penggunaan perintah tersebut seperti dibawah ini :
# rpm -i ed-0.2-17.i386.rpm
Jika anda menghendaki untuk dapat melihat proses instalasi, tambahkan option -vh seperti berikut ini :
# rpm -ivh ed-0.2-17.i386.rpm
Jika paket yang akan anda install ternyata sudah terpasang pada sistem anda, maka akan terlihat seperti berikut :
# rpm -ivh ed-1.0-1.i386.rpm
ed package ed-1.0-1 is already installed
error: ed-1.0-1.i386.rpm cannot be installed
Membuat directory
etc
Berisi file-file konfigurasi sistem, biasanya hanya boleh diakses oleh super user
lib
Berisi file-file library yang digunakan untuk mendukung kerja kernel Linux
usr
Berisi library, binary, dokumentasi dan file lainnya hasil instalasi user.
rpm
Salah satu utilitas yang paling powerful dan inovatif dari RedHat Linux adalah RPM, RedHat Package Manager. Teknologi RPM adalah sebuah cara yang paling mudah untuk melakukan instalasi, uninstalasi, ugrade, query, verify dan mem-build paket software.
Paket software RPM adalah sebuah arsip dari file-file dengan beberapa informasi yang berhubungan dengan file-file tersebut, seperti nama, versi dan deskripsinya.
Berbeda dengan cara tradisional menggunakan file tar.gz, metode RPM membuat user tidak direpotkan masalah manajemen file seperti letak file, direktori dsb.
System Dasar Linux
/ = root directory
/home = direktori tempat user menaruh filenya. Jadi misalnya user andi akan
memiliki direktori home sbb: /home/andi/
/etc = direktori tempat semua file konfigurasi, baik dari program aplikasi maupun
system Linux
/bin = direktori tempat binary dari program-program yang bisa dijalankan.
/sbin = sama seperti /bin, tapi khususnya untuk program-program yang berkaitan dengan system.
/tmp = sama seperti direktori direktori temp pada Windows, namun pada Linux
direktori /tmp ini akan dihapus secara periodic
/usr = direktori yang berisi file-file program yang tidak kritis/penting sekali.
/var = direktori tempat menaruh file-file yang berubah-ubah terus, seperti file log, dan mail.
/boot = direktori tempat menaruh file-file yang berkaitan dengan proses booting dari
Linux
/dev/hda = harddisk IDE pertama Anda
/dev/hda1 = partisi pertama pada harddisk IDE pertama
/dev/hdb2 = partisi kedua pada harddisk IDE kedua
/dev/fd0 = floppy drive pertama
/dev/ttyS1 = serial port yang pertama
/dev/hdc = biasanya CDROM
/dev/sda = device pertama pada SCSI controller
Bagian-bagian tools pada Linux Redhat
Bagian-bagian tools pada Linux Redhat
Cd writer : Pengertian CD writer adalah suatu software yang berguna untuk menyalin atau mengcopy file atau memindahkan file yang tersimpan di dalam komputer ke dalam sebuah CD.
Floppy Formatter : Adalah suatu sistem yang terdapat pada LINUX ataupun Windows yang mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk menformat floppy disk.
Prin Manager: adalah aplikasi dimana akses print tersebut di atur oleh print manager dengan kata lain print manager dapat di sebut pengatur print.
Sistem Logs :Direktori yang mengandung system log files. Mereka diupdate saat sistem berjalan, dan mengecek log file ini bisa memberi informasi berharga mengenai kesehatan sistem. Jika sistem tiba-tiba ada yang tidak beres, file log bisa mengandung beberapa informasi mengenai situasi tersebut.
Dekstop Switching Tools : adalah suatu perintah comment yang terdapat di linux yang berfungsi untuk meremote komputer lain tanpa sepengetahuan si pemakai
Terminal: adalah Peralatan yang mengakses layanan melalui jaringan yang sifatnya remote atau terpisah melalui sebuah saluran telekomunikasi.Linux memiliki enam terminal atau konsol ketika berjalan dalam modus teks. Artinya, kita dapat menjalankan aplikasi atau kegiatan berbeda-beda untuk tiap terminal dan dalam waktu bersamaan. Untuk berpindah dari satu terminal ke terminal lain, dapat menekan kombinasi tombol ALT + F1 hingga F6.Terminal ketujuh umumnya digunakan oleh X Server. Jadi, jika X Server sebelumnya telah aktif dan tidak dibunuh,kita tinggal menekan tombol ALT + F7 untuk kembali ke tampilan grafis.Terminal yang disinggung di atas adalah terminal dalam modus teks.Terminal juga dapat digunakan dalam lingkungan grafis. Untuk membuka
terminal di desktop GNOME milik Edubuntu, klik menu Applications > Accessories > Terminal pada panel atas.Terminal sepertinya memang diperuntukkan bagi para profesional. Tetapi ketika kita mengetahui cara kerja dan manfaatnya, kita akan sering menggantungkan diri pada baris perintah ini. Kita dapat mengeksekusi program, membuka file, hingga melakukan manajemen berkas melaluitampilannya yang sederhana.Linux memiliki lebih dari 2000 perintah ketika menjalankan terminal.Kita tidak perlu menghapal semuanya, hanya beberapa yang kita anggap
penting dan sering kita gunakan.Sebuah tips ketika menggunakan terminal. Kita bisa mengetikkan beberapa huruf awal perintah, disusul dengan menekan tombol ESC atau TAB sekali atau beberapa kali. Cobalah untuk memasukkan karakter apada terminal.Disusul menekan ESC atau TAB(Edubuntu mendukung tombol TAB). Apabilamuncul sebuah pertanyaan, ketik y. Sebuahdaftar panjang akan muncul(semua perintah dengan awalan huruf a).Cara ini berguna apabila suatuketika kita lupa bentuk perintah secara lengkap, atau karena sekadar
malas mengetik.
Traceroute : adalah Bagian dari protokol TCP/IP yang populer digunakan para administrator jaringan untuk mengidentifikasi alur/rute antara dua buah mesin/komponen jaringan dan untuk memeriksa kontribusi dari tiap komponen tersebut ke keseluruhan Round Trip Time.


















blog nya bagus juga tamkan terus isinya supaya tanbah bagus
BalasHapus